Berita Terkini

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang  Komisariat Kumamoto atau disingkat dengan PPIJ Kumamoto merupakan organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di wilayah Perfecture Kumamoto. Persatuan Pelajar Indonesia  di Jepang atau dalam Bahasa Inggris disebut Indonesian Student`s Association in Japan atau dalam Bahasa Jepang disebut "Zainichi Indonesia Ryugakusei Kyokai" (在日インドネシア留学生協会).PPIJ Kumamoto didirikan di Kumamoto pada pertengahan bulan Oktober 2007, dimana organisasi ini bertujuan menggalang persatuan dan kesatuan di  kalangan anggota berlandaskan rasa setia kawan dan kekeluargaan, memfasilitasi anggota  agar menjadi masyarakat ilmiah yang bertanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur serta membina hubungan baik dengan masyarakat international. Setiap anggota PPIJ Kumamoto secara otomatis menjadi anggota PPI Jepang.

Website ini merupakan media informasi resmi disamping milis PPIJ Kumamoto di ppij-kumamoto@googlegroups.com dan halaman social networking PPIJ Kumamoto.

Contact Person: admin@ppij-kumamoto.org

Serah Terima Amanah dari Ketua PPIJ Kumamoto lama ke Ketua PPIJ Kumamoto baru

posted Nov 7, 2012, 9:46 PM by ppij kumamoto   [ updated Nov 7, 2012, 10:03 PM ]

Serah Terima Amanah (sertimah)  dari Ketua PPIJ Kumamoto yang lama ke Ketua PPIJ Kumamoto yang baru telah dilakukan. Sertimah dari Bapak Raden Darmawan selaku Ketua PPIJ Kumamoto 2011 – 2012 ke Bapak Muhammad Zainul Asrori sebagai Ketua PPIJ Kumamoto 2012 – 2013 dilakukan secara simbolik. Sertimah dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2012 disaksikan oleh Bapak I Komang Somawirata (Ketua KPU Pemilu PPIJ Kumamoto tahun 2012) dan beberapa anggota PPIJ Kumamoto, kemudian dilanjutkan pada tanggal 19 Oktober 2012 bertempat di Kumamoto City International Centre (KCIC) seusai acara Asean Business Seminar 2012, dengan disaksikan oleh Bapak Bambang Suharto (Minister Counsellor, KBRI – Tokyo, Jepang) dan Bapak Husen Maulana (Head of Indonesia Investment Promotion Centre/ IIPC – Tokyo, Jepang).


            Dari kiri ke kanan M.Z Asrori, Faizal M, Deni A           Dari Kiri Kekanan: Bambang Suharto, M Z Asrori
            Rusmawan S, R Darmawan, I Komang Somawirata       Husen Maulana, R Darmawan










Pemilu PPIJ-Kumamoto 2012/2013

posted Oct 11, 2012, 7:00 AM by ppij kumamoto   [ updated Dec 29, 2012, 2:12 PM ]


Rangkaian pemilihan umum Ketua PPIJ Kumamoto Periode 2012 - 2013 sebagaiberikut :
1. Tanggal 08 - 10 Oktober2012 :Sosialisasi, dilanjutkan kampanye para kandidat
2. Tanggal 11 - 16 Oktober 2012 : Pemungutansuara via On-Line/ meng-KLIK program Pemilu PPIJ Kumamoto
3. Tanggal 17 Oktober 2012 : Penetapan ketua terpilih
4. Tanggal 18 Oktober 2012 : Serah terima amanah dari ketua lama ke ketua terpilih

Mari kitasukseskan PEMILU PPIJ Kumamoto 2012!

satu KLIK tuksatu TAHUN!

 

Salam,

Panitia Pemilu





Pesan BJ Habibie di CID, Los Angeles, 6-8 Juli2012

posted Jul 8, 2012, 10:07 PM by ppij kumamoto   [ updated Jul 8, 2012, 10:17 PM ]





Sebuah Kesempatan Langka, Terbuka Ladang Amal di Kumamoto – Japan

posted Apr 5, 2012, 4:35 AM by ppij kumamoto   [ updated Apr 5, 2012, 4:39 AM ]

Oleh : R.Darmawan (*)


Kehidupan di luar negeri, sungguh tidak sama dengan apa yang kita alami di Indonesia. Di tanah air begitu mudah kita mendapatkan fasilitas – fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Hal ini sepertinya tidak berlaku bagi kawan-kawan yang berada di Kumamoto, Jepang (baca : kaum muslim di Kumamoto).
Komunitas muslim di Kumamoto terhimpun dalam KIC (Kumamoto Islamic Center), hingga awal 2012 terdiri dari sekitar 200 orang berasal dari 8 negara antara lain :  Arab, Bangladesh, Jepang, Malaysia, Pakistan, Turki, Kirgistan, dan Indonesia, dimana hampir separuhnya merupakan orang Indonesia (WNI). Sejak April 2000, dengan hanya berjumlah 10 orang, kegiatan ke-Islaman di Kumamoto sudah berjalan. Kegiatan-kegiatan tersebut berkembang dan semakin semarak dengan bertambahnya jumlah komunitas muslim di Kumamoto. Antara lain pengajian mingguan (untuk muslim setiap hari sabtu, dan muslimah setiap hari minggu), seminar ke-Islaman yang bekerjasama dengan KIF (Kumamoto International Foundation) dua kali dalam setahun, tour bersama satu/ dua kali dalam setahun, tadarus dan tarawih bersama, sholat Ied bersama (Idul Fitri dan Idul Adha) dan sholat jum’at.

Hingga sekarang, ketika kaum muslim akan menjalankan ibadah sholat Jum’at di Kumamoto, lebih sering terpisah di dua tempat dengan memanfaatkan dua ruangan yaitu satu ruangan di Kumamoto Univ. Kampus Kurokami dan satu ruangan di Kumamoto Univ. Kampus Honjo, itupun harus berdesak-desakan satu dengan yang lainnya karena tidak sebanding antara ruangan dengan jumlah jama’ah. Ketika kampus libur, terpaksa KIC menyewa tempat di luar kampus dengan biaya sewa sekitar 5000 Yen/ 3 jamnya. Begitu kerasnya kehidupan di Kumamoto “hanya” untuk “berinteraksi” dengan Sang Khalik, namun tetap dijalani dengan istiqomah hingga satu masa itu datang. Ya, kesempatan itu datang, dimana kesempatan untuk memiliki “Rumah Alloh”, tanpa harus tergantung dengan kampus dan tanpa harus tergantung dengan pemilik gedung.

Dengan modal “bonek” - bondo dan nekad - hanya 6,3 Juta Yen, kawan-kawan muslim (KIC) di Kumamoto mengikuti lelang, sebuah bangunan dengan tiga lantai seharga 24,1 Juta Yen. Bangunan tersebut tergolong sangat murah untuk harga di Kumamoto, karena letaknya yang sangat strategis yaitu hanya berjarak 150 m dari Kampus Kumamoto University, Kurokami, dimana sebagian besar mahasiswa muslim belajar di sini. Sehingga kekurangan yang harus dibayarkan tanggal 20 April 2012 sebesar 17,8 Juta Yen. Kesempatan ini termasuk langka dimana letak gedung yang sangat strategis dengan para jama’ah dan harganya yang sangat murah di Jepang. (update : per tanggal 5 April 2012, dana yang dibutuhkan sekitar 8 Juta Yen).
                                                           
Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang Komisariat Kumamoto (PPIJ-Kumamoto) merasa terpanggil untuk ikut mensukseskan “pendirian” masjid pertama di Kumamoto, dan insyaAlloh masjid ini merupakan masjid ke – 3 di Pulau Kyushu – Jepang. Mari kita bantu saudara-saudara Muslim di Kumamoto dengan menyisihkan sebagian rejeki.

Ini merupakan ladang amal untuk berkontribusi nyata dalam mendirikan The First Masjid di Kumamoto, Japan.
"Tidak ada yang lebih bermanfaat, selain membantu saudaranya membangun rumah Alloh".
(*) Ketua Umum PPIJ-Kumamoto/
Ph.D Student
New Frontier Sciences Department - Graduate School of Science and Technology
Kumamoto University,  JAPAN


Gedung 3 lantai yang dilelang


Mari berinfak untuk Masjid Kumamoto

posted Mar 13, 2012, 9:07 PM by ppij kumamoto

Alhamdulillahirobbil 'alamiin, Komunitas muslim Kumamoto memenangkan lelang untuk pembelian gedung yang nantinya akan dijadikan masjid pertama di Kumamoto-shi. Dari dana yang ada, hanya 6 juta yen, sedangkan untuk melunasi lelang yang dimenangkan butuh sekitar 18 juta yen dan waktu yang diberikan kepada warga muslim Kumamoto hanya sebulan ini (deadline: 20 april 2012). Mari saudara-saudari dimanapun anda berada untuk menyisihkan harta kita demi terwujudnya masjid pertama di Kumamoto-shi ini!

Manjadda wa jada: Keliling Jepang dengan Bersepeda Ontel

posted Feb 12, 2012, 5:27 PM by ppij kumamoto   [ updated Feb 17, 2012, 9:47 PM ]

Oleh:Heriyanto Nurcahyo

Manjadda wa jada! Itulah jawaban yang beliau berikan saat kami Tanya alasan dibalik “aksi” nekadnya itu.Bagaimana tidak nekad, di usia 53 tahun masih memiliki keinginan yang “ABG” banget. Aksi yang beliau lakukan ini bukanlah semudah membalik telapak tangan,ya, tidak semudah itu.Terlebih lagi dilakukan di tengah kondisi musim dingin yang sangat ekstrim tahun ini.Badai salju dan suhu yang merosot tajam sampai minus 38 C. Jalanan yang berubah menjadi lautan es,pohon-pohon yang membeku menyimpan kesunyian musim dingin,badan menggigil dan kulit meronta meminta kehangatan tidak juga mampu menyurutkan niatnya. Dengan semangatnya itulah ia mampu membakar dirinya di tengah kedinginan di sepanjang lorong-lorong yang menghubungkan satu kota ke kota lainnya. Dengan semangatnyalah ia mampu memperpendek jarak ratusan kilometer dalam persepsi-persepsi di benaknya. Dan dengan semangat itupulalah beliau melihat setiap tantangan tak ubahnya sebuah permainan yang harus tepat dan cepat beliau selesaikan. Dan akhirnya beliaupun memenangkan permainan itu!Manjadda Wa Jadda. Keliling Jepang Bersepeda Ontel!

Memang tidaklah muda untuk melakukan perjalanan jauh di musim dingin semacam ini. Apalagi jika perjalannya dilakukan dengan mengayuh sepeda angin. Kita bisa membayangkan tantangan yang dihadapinya. Tidak usah terlalu jauh, saat kita bersepeda dari kaikan ke kampus kumadai di pagi hari,terlebih lagi dibawah suhu minus,kita merasakan cobaan yang begitu berat,tidak saja telinga yang nyeri pun juga badan yang terasa seolah-olah membeku. Kadang hidung mengeluarkan air ditengah hempasan suhu dan angin yang sangat dingin. KOndisi semacam itu kadang membuat kita malas untuk segera bangun dan memulai aktifitas.Lain halnya dengan beliau yang tetap semangat untuk mengejar mimpinya meski dingin,tanjakan,turunan,kelaparan,haus membayangi setiap langkahnya. Dan konon,kondisi yang ekstrim ini jugalah yang telah merenggut puluhan nyawa di Jepang,Rumania, Polandia dan beberapa Negara lain. Sesuai hokum alam, kondisi ekstrim semacam ini akan hanya menyisahkan mereka yang memiliki ketahanan tubuh yang super “fit”. Dan beliau satu bagian dari itu.

Jarak ratusan kilometer beliau lalui tanpa rasa menyesal sedikitpun.Meski tanjakan dan gunung menghadang didepannya,namun keyakinannya telah menghapus kepedihan itu dengan melihat jalan menurun yang akan segera ia temukan. Sama halnya dengan gelapnya malam bukanlah sesuatu yang harus kita sesali.Mengingat kegelapan di malam hari adalah pertanda baik akan munculnya sinar matahari sesudahnya.
Sekali lagi,ternyata yang banyak membedakan kita dengan orang lain di luar sana adalah semangat itu sendiri. Sehebat dan sekuat apapun kita,kalau semangat itu tidak bersamanya,maka ia akan hanya menjadi laksana mobil mewah tanpa bahan bakar yang menggerakannya. Musproh dan tidak memberi manfaat bagi dirinya sendiri terlebih lagi orang lain.Kita hanya bisa mengaguminya,membangga-banggakan namun tidak memiliki arti yang sesungguhnya bagi hidup dan kehidupan kita.Kita justru akan hanya dibebani oleh potensinya yang luar biasa,namun aksinya sangatlah tidak berarti apa-apa dalam kehidupan ini. Dari sinilah semangat itu patut kita jadikan salah satu suntikan berarti bagi jiwa kita dalam menapaki hari-hari kita kedepannya. Dalam mengarungi tugas dan kewajiban dan dalam mewakafkan diri bagi Indonesia Yang Lebih Baik melalui Pendidikan.Semoga ini bisa menginspirasi kita untuk tetap semangat dalam mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpi indah dan besar kita.Sekali lagi:manjadda wa jada!

Oh ya,hampir lupa,memperkenalkan tokoh dibalik tulisan ini.Beliau adalah Bapak Irwan Jamaludin,alumni Kyoto Daigaku. Saat ini beliau mendampingi istrinya yang melaksanakan pertukaran dosen .Istri beliau adalah dosen jurusan Bahasa Jepang UGM dan saat ini mengajar Bahasa Indonesia di Chuo University Tokyo.Selamat Jalan semoga Selamat Sampai Tujuan:Ganbatte Kudasai!
Bersama teman-teman PPIJ Kumamoto di depan apato Ketua PPIJ Kumamoto
Bersama teman-teman PPIJ Kumamoto di depan apato ketua PPIJ Kumamoto

Jangan Mau Menjadi Guru!

posted Feb 12, 2012, 5:20 PM by ppij kumamoto

Sepulang dari diskusi bulanan tentang pembelajaran, entah mengapa tiba-tiba saya memiliki hasrat yang sangat kuat sekali untuk menonton film yang inspiratif. Saya mulai memilah-milah 28 film terekomendasi dari seluruh penjuru dunia. Dari Freedom Writers sampai A Head of The Class. Karena film-film inspiratif dari dalam negeri sudah sering saya tonton, bahkan 1 film (laskar pelangi) saya rela dan senang menontonnya hingga 5 kali. Maka, demi memenuhi hasrat dan keinginan saat ini, saya putuskan untuk memilih film inspiratif dari luar negeri. Dan pilihan saya jatuh pada dua film Jepang: Great Teacher Onizuka dan Gokusen. Karena keduanya tidak mungkin dilihat secara bersamaan,maka Gokusen lah yang pertama saya putar.Baru setelah itu Great Teacher Onizuka.

Dan ternyata film Gokusen memiliki korelasi yang positif (meminjam terminologi guru matematika) dengan apa yang kami diskusikan panjang lebar sabtu ini dengan guru-guru jepang dan beberapa guru dari Amerika Serikat dan Inggris. Pada diskusi sabtu ini ada satu kata yang kemudian “memuncratkan” ide dan pemahaman tentang sosok guru itu sendiri. Dan kata itu adalah Vocation. Memang kata ini tidak berhubungan secara langsung dengan guru,namun maknanya kami pandang mencitrakan bagaimana seharusnya sosok guru itu sendiri. Kolega saya Toms-guru berkebangsaan Inggris-menjelaskan secara detail perbedaan kata Vocation dengan kata yang sering kita gunakan:job. Menurutnya sesuatu pekerjaan yang dilakukan dengan kesungguhan hati dan penuh dedikasi dan kecintaan itulah Vocation. Sedangkan kata yang kedua (job) lebih menunjukkan pada sekedar bekerja untuk mendapat imbalan atasnya. Yang lebih ekstrim lagi pendapat kolega guru dari jepang -Chiakhiro Sue san-,yang memandang vocation sebagai pekerjaan yang diturunkan dari langit. Dari beberapa deskripsi makna dan perspektif itulah ,maka vocation lebih “berasa” dibanding lainnya. Dan tentunya jika profesi guru itu sebuah vocation maka profesinya sungguh akan menempati maqam tertinggi dalam kehidupan ini: bekerja dengan cinta,dedikasi dan kasih sayang.

Diskusi kami semakin mengembang manakalah kami membahas tentang sosok profesi guru apakah sebagai Vocation atau hanyalah sekedar pekerjaan yang tidak berbeda dengan profesi lainnya: mendapatkan limpahan materi pemuas semata. Sang moderator kemudian menuliskan sebuah pertanyaan besar di white board :”Do You Like Teaching? Why?. Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana sekali. Namun dibalik kesederhanaan pertanyaan itu justru saya temukan sebuah makna hakiki dari sebuah profesi guru yang seharusnya dan sebenarnya.

Yamada san,seorang guru bagi anak berkebutuhan khusus ( tuna rungu) memiliki pengalaman mengajar puluhan tahun dimana beberapa tahun darinya ia habiskan di Hawai. Dengan sangat lantang ia katakan bahwa ia tidak hanya suka mengajar namun juga mencintai sekolah (I like teaching and love school). Baginya mengajar telah menjadi bagian terpenting atas hadirnya ia di dunia ini. Bahkan kecintaannya pada sekolah sudah tumbuh sejak ia masih mengenyam pendidikan di Sekolah dasar. Konon,karena tidak ingin pulang ke rumah saat jam pelajaran berakhir, ia rela bersembunyi di balik lemari-lemari peralatan praktek di laboratorium IPA di sekolahnya. Karena, di laboratorium itu ia menemukan kenikmatan-kenikmatan psikologis yang luar biasa, bagaimana cawan dan tabung-tabung gelas itu menariknya kedalam kenikmatan ilmiah layaknya anak –anak kita saat ini tertarik oleh Play Station,Game Online, atau hiburan-hiburan virtual yang memaksa mereka diam dan bersujud dihadapan mesin-mesin permainan itu. Baginya mendidik itu tidak cukup senang pada aktifitas pekerjaannya belaka,namun juga pada semua hal yang ada di dalamnya:kelas,anak didik,system dll.

Dengan agak malu-malu, Prof. Takaki mengungkapkan fakta- berdasar penelusurannya selama ini terhadap guru-guru di sekolah- bahwa tidak semua dari mereka menyenangi mengajar!Apalagi menyenangi sekolah. Ada guru yang sangat enjoy dengan mengajar,namun tidak menyenangi sekolah dimana ia mengabdikan dirinya. Ada juga yang tidak suka kedua-duanya, baginya mengajar sekedar upaya untuk tidak dianggap menganggur, atau hanya dijadikannya sebagai mata pencaharian namun bukan mata pengabdian.

Perspektif-perspektif Vocation inilah yang saya temukan dalam film Gokusen tadi.Terdapat banyak karakter dalam film ini,namun saya akan hanya sebutkan 3 karakter utama yang banyak menginspirasi saya dan tulisan ini. Pertama adalah sang guru itu sendiri: Yamaguchi, itu merupakan sapaan terhormat yang diberikan oleh murid dan orang tua mereka. Dia sesungguhnya termasuk keturunan Yakuza paling disegani di jepang.Yang kedua adalah: Odagiri Ryu,dulu dia ini muridnya Yamaguchi,namun suatu ketika menjadi koleganya.Yang ketiga: Yabuki Hayato, dialah pemimpin di kelas 3D,kumpulan kelas yang “nakal”.

Apa sesungguhnya yang menarik dari cerita di film ini adalah dedikasi yang sangat luar biasa yang ditunjukkan oleh sang guru dalam menghadapi keberagaman dan kenakalan murid-muridnya. Ketika tidak adalagi yang mau mengorbankan kesabarannya dalam mendidik mereka, ia dengan kesabaran dan rasa sayang dan cinta yang ikhlas mencoba menumbuhkan dan berjalan bersama disetiap langkah mereka menemukan jalan kembali ke kebaikan. Yamaguchi telah menjadi Pigmalion effect bagi Pendidikan. Ia menjadi sangat yakin, sekeras dan sejelek apapun prilaku anak didiknya, dengan cinta dan dedikasi yang tinggi akan lebur menjadi kebersamaan dan keberhasilan. Meski kolega dan orang-orang dekatnya disekolah tidak sejalan dengan langkah-langkah “abnormal” yang ia tempuh dalam menyikapi setiap kejanggalan anak didiknya.Dia sangat yakin bahwa kejanggalan dan kekerasan di ruang-ruang kelas terjadi saat:
1. Siswa tidak memiliki pilihan-pilihan dalam aktifitasnya di ruang kelas
2. Siswa direndahkan oleh sang guru dan oleh gaya mengajarnya
3. Guru dikendalikan oleh seperangkat kurikulum dan silabi-silabi hingga ia bekerja layaknya robot yang terprogram

Dan yang ia lakukan justru sebaliknya, memberi mereka pilihan dan alternative,menghargai mereka sebagaimana ia menghargai dirinya sendiri. Dia tidak memperlakukan anak berdasar keunggulan keunggulan kognisi, apalagi keunggulan fisik, baginya semua sama membutuhkan kasih sayang untuk bisa berkembang dan tumbuh. Dan yang terpenting, ia bukanlah type guru kurikulum yang saklek pada aturan tertentu yang kadangkala justru mengkebiri dan memenjarakan kreatifitas anak didiknya. Ia biarkan anak didiknya menemukan jatidirinya, potensinya dan pilihan-pilihannya,ia sekedar menggerakkan api motivasi dan potensi dalam diri anak didiknya. Dia telah melakukan Towards A Pedagogy Of Peace, dia telah mengembangkan pedagogis damai.

Karenanya Jangan menjadi seorang guru,kalau kita hanya ingin menjadikannya sekedar mata pencaharian,apalagi sekedar status PNS. Jangan menjadi Guru kalau niatan kita hanyalah ingin mendapatkan sanjungan-sanjungan dunia terkait profesi itu. Sekali lagi jangan menjadi guru kalau hanya mengharap tunjangan sertifikasi,jangan,jangan kumohon jangan menjadi guru kalau hanya untuk itu.
Namun ,jadilah guru karena anda memiliki rasa cinta dan kasih sayang dalam mendidik tunas-tunas bangsa itu. Hanya dengan cinta dan kasih sayanglah pendidikan mampu menemuhkan roh nya kembali:memerdekakan manusia!

Engkau Rinduku

posted Feb 6, 2012, 6:52 PM by ppij kumamoto

Sebulan yang lalu, kita bertemu disini
Masih seperti hari ini, kita bertemu disini
Engkau masih tak kupahami
Engkau masih kuselami
Setiap minggu, kita selalu bertemu di tempat ini
Masih seperti ini, masih seperti ini
Engkau memberi sinarku lagi
Engkau memberi cahayaku lagi
Setiap hari aku tak perduli hati
Dalam gemerincing, sunyi atau sepi
Jiwaku berhamburan seperti matahari
Engkau semakin melekat dalam diri
Meski aku tak mengerti, meski aku tahu
Engkau tetap dalam hidupku
Biarpun hatiku berhenti, biarpun waktuku berlalu
Engkau tetap jalanku, tetap menuntunku
Saat ini, nanti, atau mati aku
Engkau jangan pernah pergi dariku
Engkau tak kan kuhilangkan dari diriku
Engkau selalu dalam kehidupanku

Karena kita masih tiap bulan bertemu disini
Karena kita masih tiap minggu bertemu disini
Karena kita masih bersama lagi
Karena Engkau adalah rinduku setiap hari

Kumamoto, Jan 27th 2012
By, Afandi

Hari-hari libur nasional di Jepang

posted Jan 25, 2012, 9:07 PM by ppij kumamoto   [ updated Mar 2, 2012, 9:26 PM ]

Hidup di Jepang kadang-kadang tidak tahu kalau hari itu libur. Biar tidak kecele datang ke kampus atau kantor, berikut ini adalah tanggal-tanggal yang ditetapkan sebagai hari libur nasional Jepang. Seperti di Indonesia, pada hari-hari libur ini, bank, kantor pos serta kantor-kantor pemerintah dan swasta umumnya tutup. Namun toko serta pusat-pusat perbelanjaan buka.

    Jika libur nasional jatuh pada hari Minggu, hari Senin berikutnya otomatis menjadi hari libur.

Berikut hari-hari libur tersebut (keterangan dalam bahasa inggris).
Januari 1 New Year
January 1 is New Year's Day, a national holiday and one of the biggest events on the calendar of annual festivities in Japan. More details>>>
Hari Senin ke-2 bulan Januari Coming of Age Day,
a national holiday to encourage those who have newly entered adulthood to become self-reliant members of society. (The holiday used to be on January 15, but in 2000 it was moved to the second Monday of the month.) Municipal governments host special coming-of-age ceremonies for 20-year-olds, since an "adult" in Japan is legally defined as one who is 20 or over. They gain the right to vote on their twentieth birthday, and they're also allowed to smoke and drink. But along with these rights come new responsibilities as well, and so age 20 is a big turning point for the Japanese. More details>>>
Febuari 11 National Foundation Day,
a national holiday for Japanese people to remind themselves of the nation's founding and foster their love for the nation. More details>>>
Maret 21 Vernal Equinox Day
March 20 or 21 is Shunbun no Hi, or Vernal Equinox Day, a day when the sun crosses the equator making night and day equal in length. It's a national holiday in Japan, a day to commune with nature and to show our affection for all living things. More details>>>
April 29 Greenery Day
Until 1988, April 29 was celebrated as the birthday of Emperor Showa. It was decided to keep this day a holiday even after his passing away in January 1989 and to name it Greenery Day because of the late Emperor's love of nature.More details>>>
Mei 3 Constitution Memorial Day
The Constitution of Japan came into force on May 3, 1947. To commemorate this event, the date is celebrated as a national holiday. More details>>>
Mei 4 Hari Libur antara tgl 3 dan 5
Mei 5 Children's Day
Families celebrate the healthy growth and happiness of children. It became a national holiday in 1948, but it has been a day of celebration in Japan since ancient times. More details>>>
Juli 20 Marine Day
July 20 is Marine Day, Japan's newest holiday. It was observed for the first time in 1996, after being declared a national holiday a year earlier. Japan now has 14 annual holidays. Until then, there were no holidays in the months of June, July, and August. The Japanese public was happy to gain a day off in the summer months, but the kids were probably the happiest of all, since they could now start their summer vacation--which frequently starts on July 21--one day earlier. More details>>>
September 15 Respect of the Aged Day
or Keiro no Hi in Japanese, is a day when one shows respect to long-time contributors to society, celebrates their longevity, prays for their health, gains greater awareness and understanding of welfare issues confronting the elderly, and thinks about how welfare services can be improved. More details>>>
September 23 Autumnal Equinox Day,
it's a day not just to mark the changing of seasons but also to pay our respects to our deceased parents, grandparents, and other family members.
The months of September, October, November are usually considered the autumn months, but technically speaking, fall is the period between the autumnal equinox and winter solstice (the autumnal equinox is the day when the sun crosses the equator from the Northern to the Southern Hemisphere). More details>>>
Hari Senin ke-2 bulan Oktober Sports Day
The second Monday of October is Taiiku no Hi, or Sports Day, a national holiday to foster healthy minds and bodies through physical activity. It was established to commemorate the 1964 Olympic Games in Tokyo, which were held from October 10 to 24. It was designated a national holiday two years later in 1966. Until 1999 the holiday was on October 10, but beginning in 2000 it has been changed to the second Monday of the month. More details>>>
November 3 Culture Day
November 3 is Culture Day, a national holiday. It was on this day in 1946 that the present Constitution of Japan was officially announced. To commemorate this event, the date was made into a holiday two years later to foster the ideals of the Constitution--the love of peace and freedom--through cultural activities. More details>>>
November 23 Labor Thanksgiving Day,
a second national holiday in November. It became a holiday in 1948 as a day for citizens to express gratitude to one other for work done throughout the year and for the fruits of those labors. Labor Thanksgiving Day (Kinro Kansha no Hi in Japanese) is actually a modern name for an ancient ritual called Niinamesai (Harvest Festival). More details>>>
Desember 23 Hari Ulang Tahun Kaisar / The Emperor's Birthday


Sumber: website kedubes Indonesia di Tokyo

FUMIKU CUP sebagai sarana interaksi antara warga Indonesia

posted Jan 6, 2012, 8:05 PM by ppij kumamoto

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang aktif dalam berbagai kegiatan termasuk olahraga. Olahraga menjunjung nilai-nilai positif antara lain interaksi sosial, kerjasama semangat berjuang dan sikap sportif. Cabang olahraga populer seperti badminton telah menjadi simbol supremasi Bangsa Indonesia di bidang olahraga

Berdasarkan kemanfaatan tersebut, bersama-sama dengan Forum Ukhuwah Masyarakat Indonesia di Kumamoto (FUMIKU), PPIJ – Kumamoto bermaksud menyelenggarakan kejuaraan badminton yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Jepang, khususnya di Pulau Kyushu. Kegiatan ini juga merupakan sarana interaksi serta kegiatan silaturahmi bagi masyarakat Indonesia guna berbagi cerita, kesan dan ajang saling mengenal antara warga Indonesia dari berbagai profesi yang ada di Jepang.



1-10 of 22

Comments